welcome

WELCOME TO ALL CURRENT SCIENCE GROUP

Rabu, 11 Mei 2011

SUDUT PANDANG PENGAMBILAN GAMBAR

Dalam fotografi, sudut pandang (en:angle of view, angular field) adalah rentang sudut perspektif yang terekam oleh kamera. Sudut pandang berbeda dengan sudut liput (bahasa Inggris: angle of coverage) yang adalah sudut cahaya insiden yang diproyeksi lensa ke bidang fokal (bahasa Inggris: focal plane). Proyeksi sudut liput berupa lingkaran citra (bahasa Inggris: image circle) pada umumnya cukup besar untuk menyinari seluruh bidang film atau sensor yang terletak pada bidang fokal, tetapi saat sudut pandang lebih besar daripada sudut liput, vignette akan nampak pada hasil foto.

Perhitungan untuk sudut pandang

 

Untuk lensa dengan proyeksi rectilinear (non spatially distorted), sudut pandang ditentukan oleh panjang fokus efektif (en:focal length) dan dimensi format citranya. Sudut pandang (α) diukur dari panjang fokus efektif (f) sebagai berikut:[1]
\alpha = 2 \arctan \frac {d} {2 f}
dimana:
  • d adalah ukuran bidang fokal pada sepanjang arah pengukuran. Sebagai contoh, untuk film dengan lebar 35 mm, d = 35 mm adalah ukuran yang dipergunakan untuk mendapatkan sudut pandang horizontal.
Karena sudut pandang merupakan fungsi trogonometrik, fungsi ini tidak bersifat linear terhadap perubahan panjang fokus. Walaupun demikian, kecuali untuk lensa sudut lebar (en:wide angle lense), nilai sudut pandang dapat didekati dengan persamaan:
\alpha\approx \frac{d}{f} radian or \frac{180d}{\pi f} derajat
Panjang fokus efektif mempunyai persamaan:
f = F \cdot ( 1 + m )
dimana F adalah nilai panjang fokus yang ditunjukkan oleh lensa dan m adalah rasio pembesaran (en:magnification ratio) lensa. Misalnya pada rasio pembesaran 1:2, nilai panjang fokus efektif menjadi:
f = 1.5 \cdot F
Pada kamera 35 mm dengan lensa normal pada panjang fokus F=50 mm. Dimensi citra dari format 35 mm adalah 24 mm (vertikal) × 35 mm (horizontal), dengan diagonal sekitar 43,3 mm.
Sudut pandang pada kondisi ini adalah:
  • horizontal, \alpha_h = 2\arctan\frac{h}{2f} \approx 39.6^\circ
  • vertikal, \alpha_v = 2\arctan\frac{v}{2f} \approx 27.0^\circ
  • diagonal, \alpha_d = 2\arctan\frac{d}{2f} \approx 46.8^\circ

Lensa rektilinear

 

Misal pada kamera lobang jarum (en:pinhole camera) yang mempunyai sifat lensa rectilinear dengan pusat perspektif (en:center of perspective) pada titik tengah entrance pupil[2], memproyeksikan obyek pada jarak S1 ke S2 tanpa pembesaran (rasio pembesaran 1:1, S1 = S2)
Lens angle of view.svg
Didapat persamaan:
\tan ( \alpha / 2 ) = \frac {d/2} {S_2}
\alpha = 2 \arctan \frac {d} {2 S_2}
Untuk mendapatkan hasil citra yang tajam, S2 harus bernilai sama dengan panjang fokus, F, yang bisa didapat dengan menset lensa pada fokus tak terhingga (en:infinity focus). Sudut pandang dengan asumsi bernilai sama dengan sudut liput dapat dihitung dengan:
\alpha = 2 \arctan \frac {d} {2 f} saat 
f=F\, 

Lensa non rektilinear

Lens3b.svg
Seperti pada umumnya kamera yang kita gunakan mempunyai persamaan fokal sebagai berikut:
\frac{1}{F} = \frac{1}{S_1} + \frac{1}{S_2}.
dengan persamaan rasio pembesaran:
m = \frac {S_2} {S_1}
dan dengan sedikit subtitusi aljabar ditemukan:
S_2 = F\cdot(1+m)
Dengan nilai f=S_2\, sebagai panjang fokus efektif, didapat persamaan sudut pandang (dengan asumsi bernilai sama dengan sudut liput):
\alpha = 2 \arctan \frac {d} {2 f}
dimana:
f=F\cdot(1+m).
SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Sudut_pandang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger

Televisi Online

Photobucket